Sabtu, 15 Oktober 2016

Pengantar Bisnis

NAMA                        : BUSRO ABADIN
KELAS /PRODI        : EKONOMI SYARIAH
SEMESTER                : III (TIGA)
MATA KULIAH       : PENGANTAR BISNIS

1.      Berikut istilah-istilah dalam tingkatan partisipasi bisnis

a.       Domestik
Perusahaan bisnis domestik adalah suatu unit bisnis yang tingkat operasional dan pangsa pasarnya berada dalam suatu wilayah saja tanpa melewati batas negara. Jenis perusahaan ini masih bersifat sederhana dan tidak kompleks karena hanya memperhitungkan berbagai variabel yang berlaku di sekitarnya saja mulai dari besar kecil kompensasi, budaya perusahaan, rekrutmen tenaga kerja, analisis pasar, dan lain sebagainya.

b.      Internasional
Perusahaan bisnis internasional adalah suatu unit bisnis yang sudah memperluas atau ekspansi produksi dan pemasaran produk baik barang maupun jasa ke luar negari dari negara asalnya. Hal ini terkadang harus dilakukan oleh suatu perusahaan bisnis di kala pasar yang ada di dalam negri sudah berada dalam tahap jenuh, sehingga sulit untuk dapat berkembang lebih besar lagi. Dengan memasuki pasar internasional perusahaan harus mampu beradaptasi di semua bidang dengan kultur budaya di negara setempat agar tidak menimbulkan permasalahan sosial. Klarifikasi perusahaan Internasional sebagai berikut :
1)      Fokus : Pasar domestik identik dengan pasar luar negeri
2)      Visi : Kriteria ditentukan sendiri
3)      Orientasi : Etnosentrik (sifat pasar / konsumen dimanapun sama)
4)      Strategi : Internasional
5)      Struktur : Divisi internasional
6)      Strategi Pemasaran : Perluasan
7)      Fokus lokasi litbang : Negara asal
8)      Sumber Daya Manusia : Orang negeri asal ditempatkan di posisi kunci dimana saja
9)      Gaya Operasi : Sentralisasi
10)  Kebijakan finansial : Tergantung pasar keuangan negara asal
11)  Kebijakan investasi : Sumber dari negara asal

c.       Multinasional
Perusahaan bisnis multi nasional adalah perusahaan yang memiliki beberapa pabrik yang berdiri di negara yang berbeda-beda. Penyesuaian dengan budaya di tiap negara yang dimasuki adalah suatu keharusan untuk dapat bertahan dan sukses. Dengan mendirikan banyak unit produksi di negara lain diharapkan dapat menghemat biaya ongkos produksi dan distribusi produk hingga sampai ke tangan konsumen akhir. Klarifikasinya :
1)      Fokus : Pasar luar negeri berbeda dengan pasar domestik
2)      Visi : Memandang setiap negara adalah unik
3)      Orientasi : Polisentric (konsumen untuk setiap negara berbeda, baik selera, kebiasaan, dan lain-lain)
4)      Strategi : Multidomestik
5)      Struktur : Divisi area /produk
6)      Strategi Pemasaran : Adaptasi
7)      Fokus lokasi litbang : Negara asal dan tuan rumah tidak terintegrasi
8)      Sumber Daya Manusia : Orang disetiap negara (tuan rumah) dapat menempati posisi kunci dinegaranya sendiri
9)      Gaya Operasi : Desentralisasi
10)  Kebijakan finansial :Tergantung pasar keuangan dimana berada
11)  Kebijakan investasi : Sumber dari negara tujuan

d.      Global
Perusahaan global adalah unit bisnis yang memiliki kantor pusat di banyak negara lain dengan sistem pengambilan keputusan desentralisasi. Sistem partisipasi bisnis global digunakan karena sudah semakin pudar dan hilangnya batasan-batasan pasar suatu negara dengan negara lainnya (globalisasi). Biasanya perusahaan global memiliki ciri distribusi sudah ekspor, memiliki unit produksi di luar negara asal dan melakukan aliansi dengan perusahaan asing. Klarifikasinya :
1)      Fokus : Realitas : ada perbedaan dan persamaan dalam pasar dunia
2)      Visi : Melihat dunia sebagai susunan yang kompleks
3)      Orientasi : Geocentric (konsumen untuk setiap negara ada kesamaannya dan perbedaannya), jadi strateginya standarisasi tapi juga penyesuaian.
4)      Strategi : Global
5)      Struktur : Struktur campuran / matrik
6)      Strategi Pemasaran : Perluasan, adaptasi, penciptaan
7)      Fokus lokasi litbang : Negara asal dan tuan rumah terintegrasi
8)      Gaya Operasi : Orang terbaiklah tanpa memadang dari mana asalnya yang memegang posisi kunci Integrasi
9)      Kebijakan finansial : Mencari sumber keuangan paling murah dipasar dunia
10)  Kebijakan investasi : Subsidi silang dan dapat ditransfer antar negara untuk mendukung strategi global.

2.      Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia serta latar belakang dan alasannya
Sistem Ekonomi Pancasila (1998-sekarang)
Alasan berganti ke sistem ekonomi ini : terjadi krisis yang merupakan imbas dari ekonomi global, Indonesia merasakan dampak yang paling buruk. Harga-harga meningkat secara drastis, nilai tukar rupiah melemah dengan cepat, dan menimbulkan berbagai kekacauan di segala bidang, terutama ekonomi.
Sesuai dengan ciri sistem ekonomi campuran, Sistem Ekonomi Pancasila mengambil beberapa kelebihan serta berusaha mengurangi kelemahan dari system ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis.
Negara menguasai dan mengatur asset atau factor produksi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat ( contohnya: pelabuhan, air minum, listrik, kereta api ), namun sector swasta juga diberi kesempatan berusaha di bidang lain yang tidak dikuasai pemerintah.

Dasar dari Sistem Ekonomi Pancasila adalah UUD 1945 Pasal 33 yang memuat ayat-ayat sebagai berikut :
1.      Ayat(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
2.      Ayat(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3.      Ayat(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipengaruhi untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
4.      Ayat(4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efesien berkeadilan, berkelanjutan, berwawasam lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Berdasarkan UUD 1945, bentuk usaha yang memilih ikatan kekeluargaan dan paling sesuai dengan masyarakat Indonesia ialah koperasi. Namun, tidak berarti bahwa semua uasah di Indonesia harus dijalankan dalam bentuk koperasi. Begitu juga dengan bidang yang penting bagi Negara serta menguasai hajat hidup orang banyak, tidak harus selalu dikuasai oleh Negara.
Adapun Sistem Ekonomi Pancasila mempunyai beberapa ciri sebagai berikut:
1.     Peranan Negara tetap penting meskipun tidak terlalu besar, seperti dalam perekonomian komando. Seperti halnya peranan Negara, peranan swasta juga cukup besar meskipun tidak terlalu mendominasi, seperti halnya di perekonomian liberal. Sistem Ekonomi Pancasila menyeimbangi antara peranan swasta dan peranan pemerintah sehingga masing-masing dapat maju dan berkembang.
2.     Sistem ekonomi tidak didomonasi dengan buruh (seperti sosialis) maupun modal (seperti kapitalis) melainkan didasarkan atas asas kekeluargaan.
3.     Produksi dikerjakan oleh semua pihak dengan diawasi anggota masyarakat.
4.     Negara menguasai bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dan dipergunakan untuk menciptakan kemakmuran bagi rakyatnya.
Jika dalam Sistem Ekonomi Pancasila harus dihindarkan system ekonomi liberal yang bebas maupun system komando. Sistem ekonomi yang liberal akan menyebabkan eksploitasi atau pemerasan kepada manusia. Selain itu, dapat memunculkan persaingan yang tidak sehat, seperti monopoli atau pemusatan kegiatan ekonomi hanya pada kelompok masyarakat tertentu saja. Sebaliknya, sistem komando akan mematikan sector swasta karena peran Negara yang terlalu besar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar